Latar
Belakang
Latar Belakang dibuatnya artikel ini untuk menambah
wawasan kita tentang tata bahasa indonesia dan pada penggunaan tanda baca pada
khususnya . Tanda baca sangat sering di gunakan di dalam kehidupan sehari -
hari baik di dalam perkantoran maupun
perkuliahan. Namun di lapangan banyak terjadi kesalahan dalam penggunaan tanda
baca seperti kesalahan pengunaan tanda titik, tanda koma, tanda titk koma,
tanda titik dua , hubung , pisah elipsis ,kurung ,tanya ,seru, kurung siku ,
petik, petik tunggal,garis miring ,serta penyingkat,yang akan mengubah makna
dan tujuan dari kalimat yang dibuat tersebut.
Tanda baca merupakan suatu keterampilan dalam
menulis yang sudah diajarkan di tingkat pendidikan dasar. Dengan harapan para
mahasiswa dapat menggunakan kemampuan menulisnya tersebut di tingkat yang
selanjutnya , namun dalam pelaksanaannya banyak mahasiswa yang tidak mengerti
tata cara penggunaan tanda baca tersebut
sehingga perlu dilakukan pengulangan di setiap jenjang pendidikan dan semakin
memperdalam pengetahuannya tersebut agar bisa diterapkan di masa perkuliahan
dan perkantoran dan kehidupan sehari –hari
. Masa perkulihaan sangat sering
melakukan pembuatan karya tulis baik itu skipsi , makalah , maupun thesis, yang membutuhkan kemampuan
berbahasa yang baik .
Namun pembahasan materi pada artikel ini akan lebih
terfokus pada penggunaan tanda baca titik.
Pengertian
Tanda Titik
Tanda
titik adalah tanda baca yang
digunakan untuk menandai akhir dari sebuah kalimat dalam
berbagai bahasa.
Tanda ini terdiri atas titik kecil yang ditempatkan di akhir suatu baris dari
sebuah kalimat, seperti di akhir kalimat.
Tanda
titik juga digunakan dalam singkatan.
Tanda
titik juga digunakan sebagai representasi desimal di Amerika
Serikat, Britania Raya, dan negara lain yang menuturkan bahasa
Inggris. Dalam bahasa
Indonesia, representasi desimal dilambangkan dengan koma.
Dalam komputer,
tanda titik sering digunakan sebagai delimiter yang biasa
disebut dot, sebagai contoh dalam lookup DNS dan
nama berkas, seperti:
www.wikipedia.org
document.doc
192.168.0.1
Dalam bahasa pemrograman, tanda titik berhubungan
dengan karakter 46 di Unicode dan ASCII, atau 0x2E.
Tanda titik digunakan dalam sejumlah bahasa pemrograman sebagai bagian penting
dari sintaksis.
Tanda titik di Asia
Dalam sejumlah bahasa di Asia, khususnya Tionghoa dan Jepang,
lingkaran kecil digunakan alih-alih titik padat: "。" (U+3002
"Tanda Henti Ideografik").
Dalam aksara Devanagari yang biasa digunakan
untuk menulis bahasa Hindi, bahasa Sanskerta,
dan sejumlah bahasa lain di India, garis tegak (“।”) (U+0964 “Devanagari Danda”) digunakan untuk
menandai akhir kalimat. Bahasa Hindi mengenalnya
sebagai poorna viraam (henti penuh). Beberapa bahasa India
juga menggunakan tanda titik seperti Marathi,
Dalam bahasa Thai, tidak terdapat simbol yang setara dengan tanda
titik untuk menandai akhir kalimat. Kalimat ditulis tanpa spasi dan spasi
biasanya digunakan untuk menandai akhir klausa atau
kalimat.
1. Tanda titik dipakai pada akhir
kalimat yang bukan pertanyaan atau seruan.
Contoh: Saya suka makan nasi.
Apabila dilanjutkan dengan kalimat baru, harus diberi jarak satu ketukan.
Contoh: Saya suka makan nasi.
Apabila dilanjutkan dengan kalimat baru, harus diberi jarak satu ketukan.
2.
Tanda titik dipakai pada akhir singkatan nama orang.
Contoh:
Contoh:
- Irwan S. Gatot
- George W. Bush
Apabila
nama itu ditulis lengkap, tanda titik tidak dipergunakan.
Contoh: Dwiki Halla
Contoh: Dwiki Halla
3.
Tanda titik dipakai pada akhir singkatan gelar, jabatan, pangkat, dan
sapaan.
Contoh:
Contoh:
- Dr. (doktor)
- S.E. (sarjana ekonomi)
- Kol. (kolonel)
- Bpk. (bapak)
4.
Tanda titik dipakai pada singkatan kata atau ungkapan yang sudah sangat
umum. Pada singkatan yang terdiri atas tiga huruf atau lebih hanya dipakai satu
tanda titik.
Contoh:
Contoh:
- dll. (dan lain-lain)
- dsb. (dan sebagainya)
- tgl. (tanggal)
- hlm. (halaman)
5.
Tanda titik dipakai untuk memisahkan angka jam, menit, dan detik yang
menunjukkan waktu atau jangka waktu.
Contoh:
Contoh:
- Pukul 7.10.12 (pukul 7 lewat 10
menit 12 detik)
- 0.20.30 jam (20 menit, 30
detik)
6.
Tanda titik dipakai untuk memisahkan bilangan ribuan atau kelipatannya.
Contoh: Kota kecil itu berpenduduk 51.156 orang.
Contoh: Kota kecil itu berpenduduk 51.156 orang.
7.
Tanda titik tidak dipakai untuk memisahkan bilangan ribuan
atau kelipatannya yang tidak menunjukkan jumlah.
Contoh:
Contoh:
- Nama Ivan terdapat pada halaman
1210 dan dicetak tebal.
- Nomor Giro 033983 telah saya
berikan kepada Mamat.
8.
Tanda titik tidak dipakai dalam singkatan nama resmi lembaga
pemerintah dan ketatanegaraan, badan atau organisasi, serta nama dokumen resmi
maupun di dalam akronim yang sudah diterima oleh masyarakat.
Contoh:
Contoh:
- DPR (Dewan Perwakilan Rakyat)
- SMA (Sekolah Menengah Atas)
- PT (Perseroan Terbatas)
- WHO (World Health Organization)
- UUD (Undang-Undang Dasar)
- SIM (Surat Izin Mengemudi)
- Bappenas (Badan Perencanaan
Pembangunan Nasional)
- rapim (rapat pimpinan)
9.
Tanda titik tidak dipakai dalam singkatan lambang kimia,
satuan ukuran, takaran, timbangan, dan mata uang.
contoh:
contoh:
- Cu (tembaga)
- 52 cm
- l (liter)
- Rp350,00
10.
Tanda titik tidak dipakai pada akhir judul yang merupakan
kepala karangan, atau kepala ilustrasi, tabel, dan sebagainya.
contoh:
contoh:
- Latar Belakang Pembentukan
- Sistem Acara
- Lihat Pula
Sekian Dulu Ilmu Yang Saya Bagikan, Jika
Ada Bagian Yang Kurang Benar Mohon Maaf. :D
Referensi :
Anonymous.
2013.Pedoman Penulisan Tanda Baca. ( http://id.wikipedia.org/wiki/Wikipedia:Pedoman_penulisan_tanda_baca diakses
14 Januari 2014 )
Copyright©2013 Yoga Adi blognya-cah-ndeso.blogspot.com
0 komentar:
Posting Komentar